Bukan Catenaccio, Conte Terbukti Terapkan Gaya Bermain Menyerang

Gagasan yang menyatakan bahwa pelatih Inter Milan, Antonio Conte menerapkan gaya permainan Catenaccio musim ini adalah salah besar.

Gazzetta dello Sport coba membuktikan bahwa di mana pun Conte bekerja, mulai sejak di Bari hingga sekarang menangani Inter, ia selalu memulai dengan berfokus pada permainan menyerang.

Mantan pelatih timnas Italia ini selalu berupaya terlebih dahulu membangun lini serangnya yang dapat memberikan dampak besar, sebelum mengerjakan berbagai hal di departemen lain tanpa mengabaikan kebutuhan akan keseimbangan dengan lini pertahanan.

Contohnya adalah pada musim ini, di mana Conte memainkan Dua winger bertipikal menyerang sebagai bek sayap, yakni Achraf Hakimi dan Ivan Perisic plus Dua striker, sebelum melakukan perbaikan ketika Inter kebobolan terlalu banyak gol.

Conte memainkan sistem 4-2-4 di Bari, sebelum memainkan formasi 3-5-2 di Juventus, sistem yang sama yang dia terapkan di Inter.

Dia awalnya memainkan pola Empat bek di Chelsea sebelum beralih ke formasi 3-4-2-1 yang membuatnya sukses memenangkan gelar Liga Premier, dengan memaksimalkan pemain berkualitas seperti Diego Costa, Eden Hazard, Cesc Fabregas, dan Pedro.

Gaya agresif dan tekanan tinggi yang diterapkan Conte di Juventus tidak akan cocok untuk skuad Inter saat ini, karena baik Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez akan tampil lebih baik ketika mereka memiliki ruang untuk menyerang.

Oleh karena itu, Conte memutuskan untuk sedikit menurunkan garis pertahanan Inter setelah awal musim yang goyah, dan menciptakan sistem yang lebih cocok untuk timnya. Sedangkan Catenaccio adalah sesuatu yang sangat berbeda.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*