Gagal Mengunci Kemenangan Kontra Atalanta, Conte: Kami Kekurangan Insting Pembunuh

Inter Milan kembali meraih hasil yang mengecewakan saat bertandang ke markas Atalanta di giornata ke-7 Serie A Italia, Nerazzurri hanya bermain imbang dengan skor 1-1.

Berlangsung Di Gewiss Stadium, pada Minggu malam (8/11/20), pasukan Antonio Conte sempat memimpin skor berkat gol yang dicetak oleh Lautaro Martinez di menit ke-58. Namun, tim tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan setelah tendangan jarak jauh Aleksey Miranchuk membuat Atalanta berhasil merebut satu poin.

Dengan hasil seri ini, membuat Atalanta melorot ke posisi Tujuh klasemen sementara dengan mengumpulkan 13 poin. Sedangkan Inter berada di urutan kedelapan, dengan 12 poin.

Pasca laga, pelatih Antonio Conte mengatakan bahwa timnya masih belum memiliki naluri pembunuh untuk mengunci kemenangan:

“Kami tampil dengan baik di Madrid, namun hasilnya tak sesuai harapan. Jadi, saya tidak mengharapkan suatu reaksi yang khusus, saya menyukai performa mereka. Hari ini, kami melakukan hal serupa melawan sebuah tim kuat, yang selalu sulit untuk dihadapi. Saya rasa mereka juga kesulitan menghadapi kami. Kami ingin mengamankan kemenangan dengan mencetak gol kedua, namun kami mungkin kekurangan insting ‘pembunuh’. Lalu, mereka berhasil menyamakan kedudukan,” ujar Conte, seperti dilansir situs resmi klub.

Conte mengkhawatirkan kondisi para pemain yang mendapat penggilan untuk berpartisipasi di timnas masing-masing:

“Kami memulai rangkaian laga ini dengan banyak pemain yang positif terpapar COVID dan beberapa mengalami cedera. Para pemain tak memiliki kesempatan untuk istirahat dan sekarang mereka akan berangkat untuk ajang internasional, jadi musim ini sangatlah berat. Kami mencoba untuk mengendalikan situasi ini dengan sebaik mungkin dan sekarang hanya bisa berharap bahwa tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat jeda internasional. Sebelumnya, Sanchez kembali dengan kondisi cedera dan beberapa pemain mengalami benturan. Kami sangat berharap karena rangkaian laga intens lainnya telah menanti dengan 10 pertandingan dan kami akan bermain setiap tiga hari hingga Natal tiba,”

Gagal mencetak gol kedua, apa yang salah sebenarnya?

“Anda harus memperhitungkan kemampuan lawan. Bermain melawan Atalanta tidaklah mudah bagi tim mana pun. Para pemain bertahan mereka terbiasa menghadapi duel satu lawan satu dan mereka sangat tangguh,”

“Ekspektasi terhadap kami lebih tinggi, karena sepanjang tahun ini kami telah menjadi tim yang disegani. Kami bermain dalam ritme mereka, dan terkadang melebihinya,”

Inter menjadi kesulitan merebut bola kembali ketika Atalanta melakukan perubahan dengan memainkan Empat bek di lini pertahanan dalam 15 menit terakhir:

“Skema di lapangan meleset ketika Atalanta melakukan segalanya untuk kembali memulihkan keadaan. Akan tetapi, ini merupakan situasi yang dibutuhkan oleh para pemain untuk belajar membaca situasi. Setelah terciptanya gol mereka, tentu kami jadi sedikit keluar jalur, dan ini seharusnya tidak boleh terjadi. Kami cenderung melakukan hal-hal yang sesuai dengan apa yang telah kami persiapkan, namun kami harus dapat mengatasi situasi-situasi tertentu lebih baik dengan mampu beradaptasi.”

SUSUNAN PEMAIN KEDUA TIM:

Atalanta: Sportiello; Toloi (Muriel 73′), Romero, Djimsiti; Hateboer, Freuler, Pasalic (Pessina 59′), Ruggeri (Mojica 90′); Malinovskyi (Miranchuk 59′), Gomez; Duvan Zapata (Lammers 73′)

Inter Milan: Handanovic; Skriniar, De Vrij, Bastoni; Darmian (Hakimi 83′), Vidal (Gagliardini 70′), Brozovic, Young (D’Ambrosio 83′); Barella; Alexis Sanchez (Perisic 74′), Lautaro Martinez (Lukaku 74′)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*