Conte: Kontra Napoli? Laga Sulit Menanti, Tapi Kami Datang Untuk Menang

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte mengatakan bahwa pasukannya akan menghadapi ujian berat dalam perjalanan untuk memenangkan Scudetto ketika menghadapi Napoli di Stadio Diego Armando Maradona.

Laga giornata ke-31 antara Napoli Vs Inter Milan akan digelar pada Senin dini hari (19/04/21). pada pukul 01:45 WIB.

Saat ini Inter sangat nyaman berada di puncak klasmen, dengan torehan 74 poin dari 30 laga, dan unggul 11 poin atas posisi kedua, AC Milan. Nerazzurri bertekad untuk meraih kemenangan yang ke-12 secara beruntun.

Sedangkan Napoli berada di posisi kelima klasemen Serie A berbekal 59 poin. Dengan delapan pertandingan tersisa, Partenopei akan memaksimalkan poin demi finis di zona Liga Champions. Napoli pun berambisi menjegal laju Inter

Berikut komentar Antonio Conte saat sesi konferensi pers pralaga, di mana ia selalu menganggap Napoli sebagai salah satu tim yang bisa bersaing meraih Scudetto:

“Sebuah partai yang sangat menantang telah menanti. Saya selalu menganggap Napoli sebagai salah satu dari dua atau tiga tim yang bisa bersaing meraih Scudetto hingga akhir musim, karena mereka memiliki skuat yang kuat dan pelatih hebat dalam diri Gattuso. Namun, kami harus sadar untuk meraih poin sebanyak mungkin agar bisa menggapai sebuah tujuan yang ambisius. Kami akan berangkat ke Naples untuk mencoba meraih hasil maksimal – sebuah kemenangan – dan hal ini juga menjadi target Napoli. Kita akan lihat hasil apa yang akan tercipta di penghujung laga,” ujar Conte, seperti yang dilansir dari situs resmi Inter.

 Performa Napoli dan situasi Gattuso saat ini?

“Napoli memiliki skuat yang bagus, salah satu yang terbaik di Serie A. Saya meletakkan mereka sebagai salah satu favorit untuk Scudetto pada awal musim. Rino melakukan tugasnya dengan baik dan merupakan seorang pelatih yang mumpuni. Kita semua tahu bahwa tahun ini adalah tahun yang aneh, dan pelatih menjadi orang pertama yang dikritik ketika situasi tidak berjalan sesuai harapan: ini adalah peran paling sulit. Jika seorang pemain meminta saran saya untuk menjadi seorang pelatih, saya akan mengatakan bahwa mereka perlu memiliki gairah yang luar biasa karena ini adalah peran yang unik dan rumit. Memiliki gairah terhadap sepak bola akan membuat Anda bisa melihat lebih jauh dari kritik dan umpan balik yang, terkadang, benar dan tidak terlalu benar,”

Lukaku Vs Koulibaly?

“Kami berbicara tentang seorang bek yang saya anggap sebagai salah satu yang terkuat di dunia. Saya sebelumnya ingin memboyongnya ke Chelsea, dia adalah pemain top dan telah berkembang semenjaknya. Romelu mengenalnya dengan baik dan juga telah berkembang pesat, ini akan menjadi duel yang hebat. Namun, untuk menyebabkan masalah kepada pemain secara individu atau keseluruhan di lini belakang, Anda perlu bekerja sebagai tim, melakukan gerakan tertentu dan menemukan solusi dalam permainan, sesuatu yang menjadi fokus utama kami,”

Bagaimana kondisi Ivan Perisic dan Vidal?

“Ivan berlatih secara penuh dengan grup pada hari Kamis, dia telah mengatasi cederanya dan tersedia untuk dimainkan. Vidal masih berlatih secara terpisah bersama Kolarov untuk memulihkan masalah lututnya. Mengenai Kolarov, kami berharap dia bisa kembali secepat mungkin setelah masalah pada punggungnya,”

Apakah anda setuju Napoli menjadi tim yang paling banyak menimbulkan masalah bagi Anda dalam hal pertahanan?

“Selama pertandingan, terkadang Anda bisa menimbulkan masalah bagi lawan dan begitu pun sebaliknya. Mereka memiliki banyak kualitas di depan dan pemain yang bagus dalam situasi one-on-one serta dalam mencari ruang untuk menyerang. Mereka punya nama besar seperti Osimhen atau Lozano, meski yang terakhir mendapat hukuman larangan bermain. Mereka adalah tim yang kuat, tetapi sekuat apa pun mereka, kami perlu menunjukkan bahwa kami pun kuat. Kami akan menunjukkan rasa hormat yang maksimal saat kami bermain ke sana. Tidak masalah mana tim yang lebih mengancam, saya ingat pertandingan Coppa Italia kami melawan mereka di mana kami kalah 1-0 meski mendominasi permainan. Kemudian, kami tersingkir dan Napoli kemudian mengalahkan Juventus di final, apresiasi untuk mereka.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*