ESL Bubar, Marotta: Inisiatif Pendirian ESL Karena Pandemi COVID-19

CEO Inter Milan, Beppe Marotta telah memperingatkan bahwa klub-klub berisiko bangkrut di bawah sistem sepakbola saat ini setelah upaya 12 klub gagal untuk membuat kompetisi baru, Liga Super Eropa (ESL).

Nerazzurri termasuk salah satu dari sembilan klub yang secara resmi mundur dari ESL, menyusul kecaman luas dari fans, pemain, politisi dan klub rival di Serie A.

Marotta membela gagasan pembentukan Liga Super Eropa dan mengirimkan peringatan keras kepada mereka yang merayakan kegagalan pendirian kompetisi tersebut.

“Inisiatif ini datang dari pemilik 12 klub karena situasi keuangan yang sulit akibat pandemi COVID-19,” kata Marotta kepada Sky Sport Italia.

“Biaya tenaga kerja tetap sama sementara pendapatan menjadi tidak pasti, membuat pemilik menyimpulkan bahwa sistem sepak bola saat ini sudah usang dan bahwa solusi baru sangat diperlukan,”

“Klub-klub berisiko bangkrut, dan yang saya maksud bukan hanya 12 klub itu, tetapi semuanya,”

“Tidak ada bisnis yang dapat terus mempertahankan tagihan gaji yang setara dengan 60-70% dari omset tahunan klub sepak bola,”

“Model saat ini tidak menjamin masa depan kita, jadi kita perlu mencari cara lain untuk mengubah keadaan,”

Manchester United, Manchester City, Chelsea, Liverpool, Arsenal dan Tottenham memprakarsai bubarnya Liga Super Eropa setelah mereka mundur tadi malam menyusul tekanan hebat di Inggris.

Ditanya mengapa proyek tersebut gagal begitu cepat, Marotta menjawab:

“Ada beberapa aspek yang diremehkan, seperti suara para fans,”

“Itu juga karena enam klub Liga Inggris yang mundur,”

“Jika proyek ini gagal maka jelas ada kesalahan yang dibuat selama prosesnya,”

Marotta mengklarifikasi bahwa dia tidak ada hubungannya dengan pembentukan Liga Super:

“Operasi ini dilakukan secara rahasia oleh pemilik klub; kami menerima informasi, tetapi manajemen Inter tidak pernah terlibat langsung,”

“Saya dan Alessandro Antonello berkonsentrasi menjalankan klub seperti biasa, itu benar jika peran didelegasikan di klub,”

Marotta meyakinkan bahwa proyek Liga Super dibuat dengan itikad baik dan kemudian menegaskan kembali keprihatinannya tentang keadaan keuangan sepak bola saat ini:

“Pemilik berusaha melakukan yang terbaik untuk klub mereka karena dalam situasi saat ini, sepak bola berisiko gagal bayar di setiap level.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*