Inter Ingin Menjual Nainggolan Karena Kebiasaan Buruknya

Menurut laporan dari Corriere dello Sport, bahwa Keputusan Inter untuk menjual Radja Nainggolan di bursa transfer musim panas ini adalah karena kekhawatiran mengenai kebiasaan buruknya di luar lapangan.

Radja Nainggolan telah dianggap sebagai pemain top oleh klub maupun pelatih baru Inter, Antonio Conte, di mana dulu ia pernah mencoba untuk menandatangani Ninja saat melatih Juventus dan Chelsea.

Namun, karena buruknya gaya hidup dari pemain bersuia 30 tahun itu, maka ia dianggap tidak masuk dalam kategori dan tidak sesuai dengan stardar yang akan diterapkan oleh Conte pada pasukannya.

“Mengingat sangat sulit untuk membayangkan Nainggolan dapat berubah dari kebiasaan buruk yang ia kembangkan saat bermain di Roma, sehingga Inter telah memutuskan bahwa akan lebih baik mereka berpisah dengannya.” Tulis Corriere dello Sport baru-baru ini.

Tak bisa menahan diri saat bermain di meja judi adalah kebiasaan buruk dari Radja Nainggolan sejak ia masih memperkuat AS Roma hingga bergabung dengan Nerazzurri. Keterkaitan Radja dengan dunia perjudian bukan lagi menjadi rahasia umum. Nainggolan bahkan sempat menyembunyikan kekalahannya dalam sebuah perjudian dengan menyebut bahwa dirinya telah dirampok sebesar 150 Ribu Euro. Inter bahkan pernah sampai harus membekukan statusnya dari tim utama karena tindakannya itu.

Roma berminat untuk memulangkan Nainggolan, tetapi kemungkinan besar pemain itu akan dijual di luar Italia, di mana Inter menuntut harga setidaknya € 30 juta untuk menghindari kerugian bersih.

Inter akan berjuang untuk menemukan sipembeli di harga itu. Artinya bahwa Beppe Marotta dan Piero Ausilio harus mempertimbangkan kesepakatan pinjaman dengan opsi untuk membeli.

Nainggolan akan dilibatkan di pelatihan pramusim bersama Mauro Icardi pada 7 Juli, tetapi dia tidak akan ambil bagian dalam latihan taktis atau laga persahabatan pra musim.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*