Lukaku: Kata Ronaldo, Sangat Sulit Cetak Gol Di Italia

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, Striker Inter Milan, Romelu Lukaku berbicara tentang banyak topik, seperti keputusannya untuk bergabung dengan Inter Milan, rasisme dalam sepakbola Italia, dan dua cerita menarik tentang Paul Pogba dan Cristiano Ronaldo.

Selama membela Inter Milan, Romelu Lukaku tampil sebagai pemangsa di ujung tombak. Penyerang asal Belgia itu sudah menorehkan 14 gol dan tiga assist dalam 22 laga di semua kompetisi sejauh musim ini.

 Pertama-tama striker Belgia itu berkomentar tentang pelecehan rasisme yang menimpa dirinya baru-baru ini di sepakbola Italia.

“Saya sudah berkali-kali mengalami situasi seperti di laga Cagliari dalam hidup Saya. Saya hanya selalu fokus untuk mencetak gol, menang dan pulang ke rumah. Black Friday dan kampanye Three Monkeys? Saya mengatakan apa yang Saya pikirkan, jika ada sesuatu yang ada di pikiran, Saya bangkit dan Saya bicara.”

Lukaku kemudian mengungkapkan bahwa ia pernah mengatakan kepada mantan rekan setimnya, Paul Pogba bahwa ia berencana meninggalkan Manchester United, sementara klub sedang berada di Australia musim panas lalu.

“Saya mengajak Pogba ke pojok dan mengatakan bahwa saya sudah selesai dengan Manchester United. Ada perasaan bahwa Pogba dan saya bersalah atas keterpurukan Manchester United waktu itu.”

 Lukaku mengungkapkan bahwa dia berbicara dengan Cristiano Ronaldo sebelum bergabung dengan Inter Milan.

“Saya berbicara dengan Cristiano Ronaldo sebelum saya pindah ke Inter, dan Ronaldo mengatakan kepada saya: ‘Serie A adalah liga paling defensif di dunia’. Dia memberi tahu saya bahwa dia sudah mencetak gol di mana saja, Namun, ia paling kesulitan mencetak gol di Italia. Kalau Cristiano Ronaldo saja bilang itu sulit, ya berarti itu pasti benar.”

Terakhir, Lukaku mengungkapkan keputusannya untuk meninggalkan Liga Premier, dan juga mengatakan bahwa Dia sudah bisa bahasa Italia dengan fasih.  

“Sejak Maret saya telah membuat keputusan untuk memulai dari awal, untuk membangun kembali reputasi saya. Premier itu baik untuk saya, tetapi saya harus pergi.”

“Bahasa Italia? Butuh waktu 2 hingga 3 minggu kerja keras untuk mempelajarinya. Sekarang tidak ada lagi yang berbicara dengan bahasa Inggris kepada saya.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*