Lukaku Menjadi Sasaran Nyanyian Rasis Dari Suporter Cagliari

Romelu Lukaku menjadi korban pelecehan rasisme saat ia mengeksekusi penalti di babak kedua untuk memastikan kemenangan Nerazzurri atas Cagliari dengan skor 2-1 dini hari tadi.

Striker Belgia itu berhenti sejenak setelah mengeksekusi penalti, dan menatap para Suporter karena ia mendengar ada sorakan mirip suara monyet dari para penggemar tuan rumah di tribun.

Ini adalah insiden pelecehan rasisme terbaru yang melibatkan para fans Cagliari, yang telah dituduh oleh banyak pemain berkulit hitam dalam beberapa tahun terakhir, di mana pada musim lalu Moise Kean mendapat perlakuan yang sama dari para penggemar Cagliari saat kemenangan Juventus di Sardegna Arena.

Setelah pertandingan, bek Inter Milan, Skriniar memastikan Lukaku telah mengalami pelecehan, dengan mengatakan kepada wartawan bahwa:

“Saya mendengar hal-hal yang saya pikir tidak boleh ada dalam sepakbola, jadi saya mengatakan kepada para suporter Cagliari untuk tutup mulut,” kata Skriniar kepada Mediaset Sport.”

Pelatih kepala Antonio Conte mengaku tidak mendengar nyanyian itu, tetapi ia mengatakan bahwa pihak Serie A seharusnya menindaklanjuti insiden ini:

“Saya tidak bisa mengomentarinya karena saya tidak mendengarnya,” kata Conte.“ Karena itu, kita perlu meningkatkan banyak hal di Italia dan lebih menghormati para pemain. Ketika saya bekerja di luar Italia, para suporter hanya bersorak untuk tim mereka sendiri, tidak untuk menghabiskan seluruh waktu mereka menghina lawan.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*