Pundit TV Italia Tidak Berniat Rasis Pada Lukaku Dan Ingin Minta Maaf

Seorang pakar sepakbola Italia menegaskan bahwa dirinya tidak berniat rasis setelah dilarang tampil di TV karena komentar yang dia tujukan pada striker Inter Milan Romelu Lukaku.

Luciano Passirani dari TopCalcio24 dipecat tidak lama setelah memberikan komentar rasis yang diarahkan pada Lukaku pada hari Minggu waktu setempat.

Berikut komentar rasis dari Passiran di Qui Studio sebuah acara Voi Stadio:

“Saya tidak melihat seorang pemain di liga Italia seperti Lukaku di tim mana pun, bukan di AC Milan, Inter, Roma, Lazio. Saya sangat menyukainya karena dia salah satu yang terkuat, dia setidaknya dua kali lebih kuat dari (Duvan) Zapata di Atalanta. Mereka ini punya sesuatu yang lebih daripada pemain lain, mereka ditakdirkan untuk mencetak banyak gol. Jika mereka bertarung satu lawan satu denganmu, maka kamu akan mati, kamu terhempas ke tanah. Kamu akan baik-baik saja jika memiliki sepuluh pisang untuk memberinya makan, jika tidak … “

Passirani kini telah mencoba untuk meluruskan, menyoroti keluarga multikulturalnya untuk membuktikan bahwa ia bukanlah seorang yang rasis.

“Saya berusia 80 tahun,” Passirani mengatakan kepada Telelombardia, seperti dilansir Corriere dello Sport.

“Saya telah berada di dunia sepakbola selama 40 tahun, saya tidak pernah menerima diskualifikasi atas perilaku saya dalam peran apa pun, tetapi saya tetap menerima keputusan yang dibuat terhadap saya.”

“Saya tidak ingin dianggap rasis. Pasangan saya yang telah tinggal bersama saya selama 17 tahun juga berkulit hitam, saya memiliki dua cucu perempuan kulit hitam. Saya bukan rasis dan saya adalah orang yang berpendidikan dan terhormat.”

“Dalam karir saya, saya bertemu begitu banyak pemain berkulit hitam dan saya tidak pernah punya masalah.”

Passirani mengatakan bahwa dia ingin diberi kesempatan untuk meminta maaf kepada pemain internasional Belgia itu secara langsung.

“Hari ini saya telah melakukan salah satu hari terburuk selama hidup saya. Banyak orang memanggil saya, saya yakin bahwa saya adalah orang yang berpendidikan, tetapi ucapan yang tidak disengaja ini telah membuat saya sangat sedih.” tambah Passirani.

“Saya bukan rasis, saya ingin meminta maaf kepada Lukaku secara pribadi, saya berharap bisa bertemu dengannya.”

“Saya tidak bisa tidur malam ini, hari ini saya juga tidak bisa makan, kurangnya kebijaksanaan dan pendidikan bukanlah caraku.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*