Sacchi: Persaingan Scudetto Terbuka Lebar

Persaingan Scudetto semakin sengit ketika kompetisi Serie A mendekati tahap akhir paruh musim, di mana Juve dan Inter Milan sama-sama memimpin dengan raihan 42 poin. Sedangkan Lazio terus membayangi di posisi ke tiga dengan koleksi 36 poin, namun mereka masih punya satu laga sisa.

Di posisi ke Empat dihuni oleh AS Roma, mengumpulkan 35 poin, diikuti oleh Atalanta berada di posisi Lima dengan mengumpulkan 31 poin.

“Juventus yang mendominasi Serie A selama delapan tahun terakhir akan bersaing ketat dengan Lazio, dan juga Inter di bawah Antonio Conte,” tulis legenda Milan, Arrigo Sacchi di La Gazzetta dello Sport.

“Inter akan menjadi lawan yang tangguh sampai akhir musim. Semangat dan motivasi tim mereka sudah sangat tinggi, dan kemampuan pelatih mereka tidak perlu dipertanyakan.”

“Musim ini akan menjadi perburuan gelar yang lebih terbuka dan seimbang daripada musim sebelumnya. Saya harap kompetisi kali ini akan lebih menghibur dan bahwa pada akhirnya, tim terbaiklah yang paling pantas menang.”

Sacchi menilai kemenangan Inter Milan dengan skor 4-0 atas Genoa, meskipun tidak diperkuat oleh Lautaro Martinez dan Marcelo Brozovic adalah sebagai bukti dari apa yang telah ia katakan.

“Nerazzurri, meski banyak pemain yang cedera, dengan nyaman mengalahkan Genoa 4-0. Inter bermain sangat baik di akhir pekan lalu, suatu kemajuan nyata dalam penampilan mereka.”

“Itu formasi 3-5-2 yang biasa, tetapi dengan interpretasi yang jauh lebih kuat dalam menyerang, baik membangun serangan melalui tiga bek, tetapi lebih dominan dari sayap, melalui Cristiano Biraghi dan Antonio Candreva.”

“Saat bergerak maju, pasukan Conte terlatih dalam menguasai bola dengan cepat, menjaga bola tetap berjalan meskipun terjadi perubahan permainan yang berkelanjutan. Mereka maju lebih banyak dengan operan-operan daripada umpan bola-bola panjang, menjaga jarak pendek antar pemain dan dapat mengandalkan kekuatan fisik dari penyerang tengah seperti Romelu Lukaku, sosok protagonis dalam permainan.”

“Perkembangan terbesar bagi Inter adalah dalam melakukan pressing, yang membuat Genoa selalu dalam kebingungan.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*