Serangan Inter Terlalu Bergantung Pada Lukaku Sebagai Mesin Pencetak Gol

Inter Milan terlalu bergantung dengan ketajaman Romelu Lukaku, yang telah menjelma menjadi mesin pencetak gol bagi pasukan Antonio Conte.

Dalam pertandingan pembuka liga Champions melawan Borussia Monchengladbach pada tengah pekan tadi, tercatat sebanyak 41 kali operan yang diarahkan ke Romelu Lukaku alias Big Rom, sementara operan ke Sanchez dan Lautaro secara gabungan hanya sebanyak 32 kali.

Pasca laga, gelandang Gladbach, Jonas Hofmann mengatakan bahwa 99% dari permainan Inter adalah memberinya (Lukaku) bola: “Inter mencoba 99 persen dari waktu ke waktu untuk memberi Lukaku bola, lalu menahannya dan memungkinkan rekan setimnya untuk naik ke atas,” kata Hofmann pasca laga seperti dilansir situs resmi klub.

Sangatlah normal untuk bersandar pada pemain terbaik klub mengingat ia telah menjadi mesin pencetak gol yang menghancurkan sejak bergabung ke Inter musim panas lalu.

Namun, di sisi lain, seperti yang dilaporkan oleh Tuttosport, bahwa jika hal ini terus dilakukan dalam jangka panjang tentu akan menjadi sangat mudah dibaca oleh tim lawan. Oleh karena itu permasalahan ini harus menjadi bahan evaluasi oleh Sang Pelatih. Ia harus punya strategi alternatif apabila pergerakan Striker Belgia itu dimatikan oleh pemain lawan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*